Jumat, 04 Juli 2014
Kamis, 19 Juni 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
Kamis, 13 Februari 2014
sejarah Valentine's day terpopuler
Sejarah valentine's day terpopuler
Republika Hikmah
*Sumber*republika.co.id
[Oleh Hasan Basri Tanjung]
Editor : Su'ud Al-Banjari
(ilustrasi Gambar)
Setiap tanggal 14 februari tiba,muncul kegalauan dalam hati, khususnya orang tua yang sa'at ini mendapat titipan anak yg sedang tumbuh remaja. Momentum itu di peringati dunia sebagai Valentine's Day (hari kasih sayang).
Tak terbantahkan ada skenario besar untuk meruntuhkan moralitas anak bangsa calon pemimpin bangsa kita. Momen ini telah menjadi ajang maksiat yg terorganisir dan vulgar dengan dan untuk alasan cinta dan kasih sayang.
Anak-anak baru gede [ABG] dari berbagai lapisan berkumpul dengan lawan jenis tanpa peduli norma, etika, dan agama. Ironisnya para pemimpin formal dan nonformal, seakan tak berkutik mencegah atau malah membiarkannya.
Faktanya, setiap Valentine's Day usai, kondom berserakan di tempat rekreasi karena hubungan seks bebas, minuman keras, dan narkotika yang meruntuhkan tatanan nilai masyarakat yang beradab.
Republika (10/2/2014) memuat pernyataan HTI yng menyinyalir sebuah penelitian di surabaya, sebanyak 20 persen remaja yang hamil di luar nikah terjadi setelah perayaan Valentine's Day yang menjerumuskan ini.
Sejatinya, cinta dan kasih sayang adalah karunia yang sangat berharga dari Allah SWT untuk hambanya. Ia titipkan cinta dan kasih sayang itu pada setiap insan agar saling mencintai dan menyayangi dalam membangun kehidupan.
Kecintaan pada lawan jenis tersebut dapat tersalurkan pada jalan, tempat, dan cara yang benar, yakni melalui pintu pernikahan. Jika di telusuri, Valentine berarti "Yang Mahaperkasa". "Yang Mahakuat dan Mahakuasa".
Kata ini di tujukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi dahulu. Jadi, ketika kita meminta orang "to be my valentine", berarti kita meminta nya menjadi "Sang Mahakuasa" terhadap diri kita. Di sinilah muncul problem akidah, yakni kemusyrikan.
Karena menjadi sesuatu sebagai Ilah (Tuhan) bertentangan dengan Tauhid. (QS al-Ikhlas[112]:1-4). Perayaan Valentine's Day sendiri berasal dari perayaan ritual Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara penyucian pada masa Romawi Kuno (13-18 Februari).
Pada hari tersebut, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Kemudian, setiap pemuda mengambil nama secara acak dan nama gadis yang keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang.
Ketika Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristen Katolik dengan cara mengganti nama gadis tersebut dengan nama Paus atau Pastor. Pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I.
Untuk lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, Paus Glasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang mati pada 14 Februari.
Jelaslah sudah, setiap perayaan apapun yang berkaitan dengan Valentine's Day merupakan bentuk pengakuan ritual agama Romawi dan Kristiani (Katolik).
Kasih sayang adalah nama Allah, yakni ar-Rahman dan ar-Rahim yang mesti menjadi penghias pribadi Muslim setiap saat,kapan,dan di manapun.
Sedangkan, Valentine's Day adalah ritual agama Romawi dan Kristiani yang di kemas menjadi kegiatan untuk semua orang. Bahkan, di jadikan justifikasi untuk menghalalkan kemaksiatan kolektif yang merusak akidah dan akhlak.
Bagi Muslim, meniru budaya yang bertentangan dengan islam, sama saja dengan menodai Islam itu sendiri. "Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk dari golongan mereka." (HR Abu Daud dari Ibnu Umar).
Memang, serangan bertubi-tubi untuk merusak akidah dan akhlak generasi muda Islam sedemikian gencar dan sistematis. Seperti, buku paket SD yang berisi gambar porno, murid SMP di Jakarta melakukan kegiatan mesum dan di rekam oleh temannya.
Penanggung jawab pendidikan utama anak adalah orang tua dan guru di sekolah, juga tokoh masyarakat dan pemerintah.
Mulailah dari sekarang, dengan Bismillah kita tekan dan tanamkan pada diri kita masing-masing,"Say No To Valentine's Day".
Semoga bermanfaat wahai saudaraku. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
